Ungkapan-ungkapan di Papua

ImageBerikut adalah ungkapan-ungkapan yang selama ini berkembang dalam masyarakat di Papua. Ungkapan-ungkapan ini sangat khas, karena mungkin hanya ada di Papua dan mengandung suatu arti khusus yang agak menyimpang yang membuatnya menjadi unik atau lucu. Berikut adalah ungkapan-ungkapan yang saya temui selama saya lahir,besar & hidup di Papua sampai sekarang :

  1. “Bayar”

“…ko bayar dulu…” maksudnya di sini bukanlah bayar dalam bentuk uang tapi melakukan hal yang sama atau lebih daripada sama. Sebagai contoh teman saya melakukan salto dengan gaya tertentu maka saya dia akan mengatakan “Coba bayar dulu…” itu berarti saya harus melakukan salto minimal dengan gaya yang sama yang dilakukan teman saya itu atau bahkan lebih bagus dari yang dilakukan teman saya.

  1. “Urat”

“Sa malas jalan ke sana terlalu jauh,urat ya…” ini dimaksudkan untuk menyebutkan capek dan kaki pegal. Jalan karena terlalu jauh atau kondisi jalan yang menanjak atau terjal sehingga menyebabkan urat-urat di kaki muncul maka lahirlah kata ”urat” untuk menyebutkan maksud jalan dengan jarak yang sangat jauh ataupun sulit dan membuat payah.

  1. Pacul

”Kitong pigi ke sana pacul ya…”kata pacul dimaksudkan untuk Jalan kaki etah mungkin karena gerakan jalan adalah seperti gerakan pacul yang berulang-ulang.

  1. Jual Gigi

”sa su berdiri lama disini jual gigi..” Ungkapan ini dimaksudkan untuk memperlihatkan gigi. Entah karena kita meringis atau senyum-senyum sehingga gigi kita kelihatan terus maka itulah yang disebut jual gigi.

  1. Parut

”ko pu enak saja ko parut dulu…” ungkapan ini dimaksudkan sama seperti ”enak saja” bukan maksudnya parut kelapa.

  1. Epen

”Biar saja to..epen kah” ungkapan ini dimaksudkan Epen = Emang Penting. Untuk sesuatu yang penting atau tidak penting. Mendesak atau tidak. Ungkapan bersifat candaan. Gak penting banget…alias gak perlu.

  1. Tindis

”sa tindis saja” ungkapan ini dimaksudkan untuk ”Melakukan” artinya melakukan sesuatu dengan sunguh-sungguh,penuh daya.

  1. Makan Bunuh

”Makanan terlalu banyak sampe…pokoknya kitong makan bunuh” ungkapan ini dimaksudkan untuk makan makanan yang berlimpah sampai capek,sampai puas.

  1. Susah Bujuk

”Lewat jalan ke sana itu memang susah bujuk” ungkapan ini saya temui sewaktu survey foto sekolah di Kabupaten Mappi. Tukang ojek yang mengantarkan saya ke beberapa sekolah yang jauh selalu mengungkapkan kata ini setiap kali melewati jalan becek & berlumpur ”Kaka jalan ini susah bujuk juga kalo hujan turun” maksudnya jalan tersebut susah untuk ditaklukan apabila hujan turun karena akan sangat lebih becek dan berlumpur sehingga akan sulit di taklukan.

  1. Kopeng Tembok

”Iih..kalo ko tra suka…pi kopeng tembok to” ungkapan ini dimaksudkan untuk menyatakan ungkapan yang sama dengan ”ke laut aje” atau derita loe deh.

  1. Hati hilang

”Sa kaget sampai sa pu hati hilang” ungkapan ini dimaksudkan kalo merasakan hati melayang. Kadang kita merasakan perasaan melayang sejenak karena terkejut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: