Telanjang
Kita adalah manusia telanjang
Dalam kelahiran kita telanjang…
Dalam kesendirian kita telanjang
Dalam hawa nafsu kita telanjang…
Dalam amarah kita telanjang
Dalam kelemahan kita telanjang
Dalam kesakitan kita telanjang
Dalam kesedihan tangis
dan duka yang dalam
Kita telanjang
Dalam kematian kita telanjang
Sungguh kita adalah manusia telanjang
Terlepas dari segala yang kita miliki
di dunia ini
pakaian hanyalah sebatas kulit
pakaian adalah kefanaan yang segera
akan sirna dimakan waktu
kulit adalah keindahan yang segera akan keriput dan jelek dimakan usia
birahi adalah keinginan sebatas keperkasaan tubuh yang juga akan lenyap
Dalam ketelanjangan
Kita sadari
Bahwa hidup ini sangatlah sederhana
Ataupun terlalu rumit
Dalam ketelanjangan
Kita sadari kita sungguh tak berarti
Yang segera akan tiada
Dalam ketelanjangan kita sadari
Kebutuhan akan Yang Maha Kuasa
Dalam ketelanjangan
Kita datang menghampiri Tuhan…
Papua nun jauh di ujung timur Indonesia menyimpan sejuta eksostisme…misteri…dan keunikan tiada tara baik alam maupun manusianya. Kehidupan masyarakat di tanah Papua memang masih jauh berbeda dengan manusia lain di sebagian wilayah Indonesia bagian tengah dan barat. Berangkat dari perkembangan histori yang merupakan perubahan drastis dari zaman megalitikum ke zaman modern ini merupakan revolusi budaya yang dahsyat. Perubahan ini meliputi cara hidup, rumah tempat tinggal, cara makan dan mendapatkan makan, berpakaian, dan aktivitas kehiduapan sehari-hari dimana cara tradisional/primitif bertemu dengan cara modern/kontemporer. Hal ini berdampak negatif dan positif, dimana sebagian masyarakat dapat menerimannya dan mengikuti secara dinamis perubahan ini atau juga sebagian masyarakat yang belum dapat mengikutinya dan menimbulkan Culture Shock suatu keterkejutan yang lucu atau secara negatif menimbulkan chaos dengan berbagai sendi kehidupan yang berjalan secara politik,ekonomis, sosial dan budaya.
Dalam suatu sisi megalitikum yang unik dan menarik bagi saya adalah kehidupan primitif dari suku-suku yang ada di papua. Kesederhanaan hidup sebagaimana yang saya lihat di tanah yang saya tinggali ini memang sangat mengagumkan.Dalam sorotan gaya hidup primitif. Suku-suku primitif yang tinggal di papua hidup sederhana…mereka telanjang….tinggal di gubuk/rumah alang-alang dan anyaman kayu/daun sagu…berburu…meramu… Perlu Daging berburulah di hutan…perlu ikan tangkaplah di kali/sungai/danau/laut…perlu sayur/umbi tanah sendiri/cari di hutan (Petik saja)…makan…tidur…bersetubuh…berkumpul…bernyanyi…dan menari….sekali-kali bikin ritual agama menyangkut perkawinan/kematian itu artinya pesta…wuyuh….(What a happy life….) yang jelas telanjang…gak kenal baju (atau juga kenal…tapi kok gatel di badan…entah apalah itu pokoknya gak cocok)
Lingkungan mereka hutan…sungai…danau…laut (pinggir laut tentunya) gak kenal baju/pakian, gak kenal rumah semen,gak kenal motor/mobil,gedung bertingkat,kosmetik/parfum mahal dll…
Nah ini dia…kesederhanaan dan gaya hidup primitif inilah yang mengagumkan…(makan…minum…tidur…bersetubuh…nyanyi-nyanyi…nari-nari…nyari dikit makanan dari alam)…mau perlu apa lagi toh semua sudah terpenuhi…itulah standar kehidupan mereka…udah Cukup kok…gak perlu neko-neko…dalam ketelanjangan mereka itu udah puas….(yang jelas juga disini mereka gak tahu loh…kalo mereka itu primitif)
Nah yang aneh justru standar kehidupan modern kita yang menempatkan mereka sebagai kaum primitif…ironinya toh dalam kehidupan modern kita sekalipun banyak hal yang sudah terpenuhi belum tentu juga kita sepuas dan sebahagia mereka. Yang jelas standar kita berbeda,nilai kita berbeda justru inilah dalam kemoderan kita semakin moderen kita malah kita semakin gak puas…semakin gila untuk tidak bisa sekedar makan…minum…tidur…bersetubuh…nyanyi-nyanyi…menari-nari atau berkumpul-kumpul…kita manusia modern semakin haus dengan kemoderenan…kita malu untuk telanjang karen itu nista dan aib…kita perlu pakaian mahal untuk menutupi segala kemunafikan manusia modern….Dalam pemenuhan kehidupan semakin kita tercukupi kok semakin kurang yah…???
Duh what a amazing of the simple life of primitif…tentunya dalam kemoderenan dan standar kita yang berbeda kita harus belajar dari kehidupan primitif yang sederhana…dalam keberadaan mereka udah merasa cukup dan bahagia….Dalam ketelanjangan mereka gak malu…karena ketelanjangan mereka gak dipersalahkan oleh kaum mereka…So jangan norak deh…gak usah rakus…apa yang Tuhan udah beri…apabila udah mencukupi kebutuhan hidupmu bersyukur aja deh…gak perlu pake rakus…punya impian besar untuk membangun,menambah dan memajukan hidup itu bagus dan mulia tapi gak perlu pake tamak apalagi sampe mengorbankan hidup orang lain…
So mari kita telanjang dalam segala cinta….dalam kesucian dan dalam ketulusan…
