Archive for November, 2008

The amazing of simple life (Primitif)…TELANJANG…

Telanjang

Kita adalah manusia telanjang

Dalam kelahiran kita telanjang…

Dalam kesendirian kita telanjang

Dalam hawa nafsu kita telanjang…

Dalam amarah kita telanjang

Dalam kelemahan kita telanjang

Dalam kesakitan kita telanjang

Dalam kesedihan tangis

dan duka yang dalam

Kita telanjang

Dalam kematian kita telanjang

Sungguh kita adalah manusia telanjang

Terlepas dari segala yang kita miliki

di dunia ini

pakaian hanyalah sebatas kulit

pakaian adalah kefanaan yang segera

akan sirna dimakan waktu

kulit adalah keindahan yang segera akan keriput dan jelek dimakan usia

birahi adalah keinginan sebatas keperkasaan tubuh yang juga akan lenyap

Dalam ketelanjangan

Kita sadari

Bahwa hidup ini sangatlah sederhana

Ataupun terlalu rumit

Dalam ketelanjangan

Kita sadari kita sungguh tak berarti

Yang segera akan tiada

Dalam ketelanjangan kita sadari

Kebutuhan akan Yang Maha Kuasa

Dalam ketelanjangan

Kita datang menghampiri Tuhan…

Papua nun jauh di ujung timur Indonesia menyimpan sejuta eksostisme…misteri…dan keunikan tiada tara baik alam maupun manusianya. Kehidupan masyarakat di tanah Papua memang masih jauh berbeda dengan manusia lain di sebagian wilayah Indonesia bagian tengah dan barat. Berangkat dari perkembangan histori yang merupakan perubahan drastis dari zaman megalitikum ke zaman modern ini merupakan revolusi budaya yang dahsyat. Perubahan ini meliputi cara hidup, rumah tempat tinggal, cara makan dan mendapatkan makan, berpakaian, dan aktivitas kehiduapan sehari-hari dimana cara tradisional/primitif bertemu dengan cara modern/kontemporer. Hal ini berdampak negatif dan positif, dimana sebagian masyarakat dapat menerimannya dan mengikuti secara dinamis perubahan ini atau juga sebagian masyarakat yang belum dapat mengikutinya dan menimbulkan Culture Shock suatu keterkejutan yang lucu atau secara negatif menimbulkan chaos dengan berbagai sendi kehidupan yang berjalan secara politik,ekonomis, sosial dan budaya.

Dalam suatu sisi megalitikum yang unik dan menarik bagi saya adalah kehidupan primitif dari suku-suku yang ada di papua. Kesederhanaan hidup sebagaimana yang saya lihat di tanah yang saya tinggali ini memang sangat mengagumkan.Dalam sorotan gaya hidup primitif. Suku-suku primitif yang tinggal di papua hidup sederhana…mereka telanjang….tinggal di gubuk/rumah alang-alang dan anyaman kayu/daun sagu…berburu…meramu… Perlu Daging berburulah di hutan…perlu ikan tangkaplah di kali/sungai/danau/laut…perlu sayur/umbi tanah sendiri/cari di hutan (Petik saja)…makan…tidur…bersetubuh…berkumpul…bernyanyi…dan menari….sekali-kali bikin ritual agama menyangkut perkawinan/kematian itu artinya pesta…wuyuh….(What a happy life….) yang jelas telanjang…gak kenal baju (atau juga kenal…tapi kok gatel di badan…entah apalah itu pokoknya gak cocok)

Lingkungan mereka hutan…sungai…danau…laut (pinggir laut tentunya) gak kenal baju/pakian, gak kenal rumah semen,gak kenal motor/mobil,gedung bertingkat,kosmetik/parfum mahal dll…

Nah ini dia…kesederhanaan dan gaya hidup primitif inilah yang mengagumkan…(makan…minum…tidur…bersetubuh…nyanyi-nyanyi…nari-nari…nyari dikit makanan dari alam)…mau perlu apa lagi toh semua sudah terpenuhi…itulah standar kehidupan mereka…udah Cukup kok…gak perlu neko-neko…dalam ketelanjangan mereka itu udah puas….(yang jelas juga disini mereka gak tahu loh…kalo mereka itu primitif)

Nah yang aneh justru standar kehidupan modern kita yang menempatkan mereka sebagai kaum primitif…ironinya toh dalam kehidupan modern kita sekalipun banyak hal yang sudah terpenuhi belum tentu juga kita sepuas dan sebahagia mereka. Yang jelas standar kita berbeda,nilai kita berbeda justru inilah dalam kemoderan kita  semakin moderen kita  malah kita semakin gak puas…semakin gila untuk tidak bisa sekedar makan…minum…tidur…bersetubuh…nyanyi-nyanyi…menari-nari atau berkumpul-kumpul…kita manusia modern semakin haus dengan kemoderenan…kita malu  untuk telanjang karen itu nista dan aib…kita perlu pakaian mahal untuk menutupi segala kemunafikan manusia modern….Dalam pemenuhan kehidupan semakin kita tercukupi kok semakin kurang yah…???

Duh what a amazing of the simple life of primitif…tentunya dalam kemoderenan dan standar kita yang berbeda kita harus belajar dari kehidupan primitif yang sederhana…dalam keberadaan mereka udah merasa cukup dan bahagia….Dalam ketelanjangan mereka gak malu…karena ketelanjangan mereka gak dipersalahkan oleh kaum mereka…So jangan norak deh…gak usah rakus…apa yang Tuhan udah beri…apabila udah mencukupi kebutuhan hidupmu bersyukur aja deh…gak perlu pake rakus…punya impian besar untuk membangun,menambah dan memajukan hidup itu bagus dan mulia tapi gak perlu pake tamak apalagi sampe mengorbankan hidup orang lain…

So mari kita telanjang dalam segala cinta….dalam kesucian dan dalam ketulusan…

100_30241

Comments (15) »

Tujuh Keajaiban Dunia

Suatu hari dalam sebuah kelas, tiba saatnya mata pelajaran geografi dimulai, para murid belajar tentang “Tujuh Keajaiban Dunia”. Menjelang akhir pelajaran, para murid tersebut di minta untuk membuat daftar apa yang mereka ketahui tentang “Tujuh Keajaiban Dunia” saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar menulis : 1. Piramida Besar di Mesir, 2. Taj Mahal, 3. Grand Canyon, 4. Panama Canal, 5. Empire State Building, 6. St. Peter’s Basilica, dan 7. Tembok China.

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan salah seorang muridnya, seorang gadis yang pendiam yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Sang guru pun bertanya kepadanya, apakah dia mempunyai kesulitan menjawabnya?. Gadis itu menjawab, “Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya. “Sang guru berkata, “Baiklah, katakanlah apa saja yang kamu tahu, dan mungkin saya bisa bantu memilihkan jawaban yang benar.” Gadis itu ragu sejenak, namun kemudian mulai membacakannya, “Tujuh Keajaiban Dunia yang saya ketahui adalah : 1. Bisa Bersyukur, 2. Bisa Merasakan, 3. Bisa Tertawa, 4. Bisa Mendengar….. (ia agak ragu meneruskan, tapi kemudian melanjutkan lagi…), 5. Bisa Berbagi, 6. Bisa Mencintai , dan 7. Bisa Dicintai.”

Ruang kelas sunyi seketika, sang guru dan teman-temanya terdiam..

Alangkah mudahnya bagi kita melihat hasil eksploitasi manusia dan kemudian menyebutnya sebagai “Keajaiban” sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan lakukan untuk kita, dan menyebutnya sebagai hal “Biasa”. Semoga kita hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan kita. Bersyukurlah untuk apa yg telah kita dapatkan sampai saat ini, .. karena itu semua sesungguhnya adalah ”Keajaiban”.

Leave a comment »

Genius in Us

Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.

- Thomas A. Edison

Leave a comment »

NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI! SEDIKIT RENUNGAN BUAT KITA-K IT A YANG MASIH MUDA ( YANG KELAK AKAN MENJADI TUA PULA …. )

Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong. Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya dan si opa menceritakan kisah hidupnya. Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus. Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai ke luar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga. Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya. Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung. Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan. Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita didalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka? Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan? Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya. Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri. Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat – sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya. Sejak itu sahabat saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa. Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung. Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita. Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ? Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini. Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua. When was the last time you chat to your parent? THEY NEED YOU! Love your parents in anyway they are…

(Cerita ini dikutip…mudah-mudahan bisa memberi sepenggal pemahaman baru…bagi setiap hati…yang masih memiliki orang tua…entah kandung atau bukan…entah saat ini sedang dibenci atau gak…entahlah….orangtuaku yah…orang tuaku…orang tuamu…yah orangtuamulah…)

Comments (4) »

Haram….

Malam tadi sekitar jam toejoehan…seorang temen parpol ku datang menjenguk ku…sekedar sharing kisah dan bertukar pikiran soal pergerakan politik. Menarik pembicaraan kami sekitar setengah jam an. Dia lalu menawariku daging B2 ( Bhabhi…) yang dibawanya karena barusan mengikuti acara kumpul-kumpul masyarakat memberamo (sebuah kabupaten baru di pedalaman Papua) yang jamuannya di isi dengan bakar batu dengan lauk utama yang sudah menjadi tradisi adalah daging B2. Teknik masak dengan cara ini sangat tradisional tapi hasil dagingnya terkenal uenak tenan…(bagi yang sudah merasakannya pasti meng iyakan…tull gak??? Yang belum pernah makan jangan sok komentar….). Daging itu lalu ku bawa masuk & ditaruh di dapur kami…lalu aku pun kembali ngobrol santai melanjutkan pembicaraanku dengan temanku tadi. Setelah temanku pulang akupun kembali ke tempat fotocopy & rental pengetikan tempat aku dan 2 orang temanku (Fritz & Kartini= Kartini is Fritz’s girl friend:Mereka berdua patner bisnisku di sini) serta seorang karyawan fotocopy ku (Darman) kumpul. Kartini lalu mempertanyakan soal daging padaku

Kartini : “Vic itu di dapur daging pork ka?”

Sutu pertanyaan yang langsung ku iyakan… Kartini mengkonfirmasi tentang daging ini karena Fritz mengatakan padanya bahwa itu adalah beef yang juga di iyakan oleh Darman (Biasalah mereka paling suka bercanda…) setelah mengiyakan aku pun juga merajuk pada Kartini

Aku : “Kenapa ko juga mau ka?”

Statement yang tentu saja dijawab ketus oleh Kartini

Kartini : “Iih…enak saja e…sa tra makan”

(Tentu saja dia gak memakannya…karena gak diperbolehkan oleh agamanya)

lagi ku sambung…

Aku : “ Baru Fritz ko juga mau?” Fritz pun menimpali…

Fritz : “He…He…kalo sa akan makan kalo memang sa tra tahu itu daging B2”

Aku : ”Darman ko mau juga?”

Darman : ” Kalo saya tidak mas”. (Sambil meringis antara tertawa & senyum=lebih mirip cengengesan)

Note:

Percakapan dalam logat papua…ka=yah…ko=kamu…sa=saya

Pork=Daging Bhabhi

Kami lantas terus bercanda singkat tentang daging B2 yang hadir di meja makan kami malam tadi….

Pembicaraan kami malam tadi lalu membuatku menerawang dari sebuah statement di kitab Injil yang menyatakan bahwa

”Bukan apa yang masuk ke dalam mulut manusia yang disebut haram tetapi apa yang keluar itulah yang dapat menjadikannya haram”

Bagiku statement ini sangatlah relevan dengan realita kehidupan manusia saat ini. Bagaimana tidak??? Kita terlalu sering meributkan tentang makanan-makanan jenis tertentu dari hewan tertentu yang dianggap haram gak boleh di konsumsi karena haram. Padahal seisi dunia dari semua hewan yang ada di dalam laut, diatas darat sampai yang ada di udara diciptakan Tuhan untuk dikuasai manusia = semuanya indah dan halal untuk dimakan. Dengan mengklaim hewan tertentu haram/najis untuk dikonsumsi/diberdayakan berarti kita tidak mengakui keindahan Tuhan/menghalalkan kemahakuasaan Tuhan yang menciptakannya itu sama saja mengharamkan kemuliaan Tuhan. Kita terlalu sibuk meributkan hal kecil tentang apa yang haram dimakan (Masuk ke dalam mulut kita) sementara itu lebih ironis setiap apa yang keluar dari mulut kita = perkataan kita yang menghujat,memaki,memfitnah,membohongi,menyesatkan orang tidak lebih disorot untuk dikatakan haram…

Coba hitung dan bandingkan betapa banyaknya orang yang teraniyaya,tersiksa,menderita,bahkan mati oleh karena perkataan dari orang-orang tertentu. Coba bandingkan jumlah orang yang mati akibat makanan tertentu yang disebut haram dengan jumlah orang yang mati akibat perkataan tertentu. (apa yang keluar dari mulut seseorang yang merupakan perkataan tertentu yang keluar menjadi sebuah idiologi,prinsip ataupun perintah yang sesat dan merusak.

Contoh apa yang keluar dari mulut seorang Adolof Hitler yang kemudian menewaskan sekitar 7 juta orang Yahudi, (Wah….2 kali lipat lebih banyak dari jumlah penduduk Papua yah….) apa yang keluar dari Mulut Pol Pot sang pemimpin rezim Khamer Merah dari Kamboja yang juga menewaskan hampir 2 juta rakyat Kamboja…apa yang keluar dari mulut Mao Tze Dong yang menyengsarakan jutaan rakyat Cina pada jaman revolusi…apa yang keluar dari Mulut dan pemikiran Karl Marxisme yang kemudian menjadi prinsip dasar Komunisme yang menjadi idiologi gila yang menyengsarakan jutaan orang-orang di banyak negara di dunia ini, apa yangkeluar dari mulut orang tertentu dalam sebuah persekutuan/organisasi/sekte/agama tertentu yang memperbolehkan untuk membunuh,mencuri,berzinah,memperkosa…apa yang keluar dari mulut para pemimpin-pemimpin besar politik/militer yang seharusnya lebih layak disebut haram karena hal itu menjadi kesengsaraan/penderitaan dan maut bagi jutaan orang di dunia ini dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang gilani…

(sorry nyelip neh…yang disebut haram yang seharusnya juga jadi perhatian adalah apa yang keluar dari mulut para pemimpin dan para pejabat publik di negeri kita ini yang menipu dan berbohong + bersandiwara atas aksi korupsi yang mereka lakukan…inilah haramisme  di negeri kita Indonesia)

Intinya sederhana mbok yo…gak usah terlalu meributkan soal makanan…apa aja yang disebut makanan ya tetap enak & halal Apa saja yang ada di muka bumi ini yang bisa dimakan yah silakan dimakan…sesuatu yang bisa masuk lewat mulut kita untuk menguatkan,menyehatkan atau juga menyembuhkan tubuh kita…sesuatu yang bisa kita kunyah atau yang ditelan yang didapat bukan atas dasar menyakiti dan menyengsarakan orang lain apalagi sampai membunuh.

Penekanan dan pengkhususan dari penulis yang disebut makanan yang benar-benar haram itu kalo makanan itu udah kadaluarsa, beracun (bisa membuat sakit/bahkan mematikan), sudah jadi sampah, makanan curian, daging manusia (neh juga menurut penulis masuk kategori haram…kan kita mahluk beradab)… Tidak lupa terlepas dari pantangan seseorang atas dasar kesehatan/tradisi/agama masing-masing dengan kategori haram atas makanan tertentu….

Jadi kesimpulan yang paling akhir neh…yok makan yok…kita makan kan untuk hidup, juga hidup untuk makan (persepsi masing-masing yah…)

Ini persepsiku…

Comments (30) »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.