Malam tadi sekitar jam toejoehan…seorang temen parpol ku datang menjenguk ku…sekedar sharing kisah dan bertukar pikiran soal pergerakan politik. Menarik pembicaraan kami sekitar setengah jam an. Dia lalu menawariku daging B2 ( Bhabhi…) yang dibawanya karena barusan mengikuti acara kumpul-kumpul masyarakat memberamo (sebuah kabupaten baru di pedalaman Papua) yang jamuannya di isi dengan bakar batu dengan lauk utama yang sudah menjadi tradisi adalah daging B2. Teknik masak dengan cara ini sangat tradisional tapi hasil dagingnya terkenal uenak tenan…(bagi yang sudah merasakannya pasti meng iyakan…tull gak??? Yang belum pernah makan jangan sok komentar….). Daging itu lalu ku bawa masuk & ditaruh di dapur kami…lalu aku pun kembali ngobrol santai melanjutkan pembicaraanku dengan temanku tadi. Setelah temanku pulang akupun kembali ke tempat fotocopy & rental pengetikan tempat aku dan 2 orang temanku (Fritz & Kartini= Kartini is Fritz’s girl friend:Mereka berdua patner bisnisku di sini) serta seorang karyawan fotocopy ku (Darman) kumpul. Kartini lalu mempertanyakan soal daging padaku
Kartini : “Vic itu di dapur daging pork ka?”
Sutu pertanyaan yang langsung ku iyakan… Kartini mengkonfirmasi tentang daging ini karena Fritz mengatakan padanya bahwa itu adalah beef yang juga di iyakan oleh Darman (Biasalah mereka paling suka bercanda…) setelah mengiyakan aku pun juga merajuk pada Kartini
Aku : “Kenapa ko juga mau ka?”
Statement yang tentu saja dijawab ketus oleh Kartini
Kartini : “Iih…enak saja e…sa tra makan”
(Tentu saja dia gak memakannya…karena gak diperbolehkan oleh agamanya)
lagi ku sambung…
Aku : “ Baru Fritz ko juga mau?” Fritz pun menimpali…
Fritz : “He…He…kalo sa akan makan kalo memang sa tra tahu itu daging B2”
Aku : ”Darman ko mau juga?”
Darman : ” Kalo saya tidak mas”. (Sambil meringis antara tertawa & senyum=lebih mirip cengengesan)
Note:
Percakapan dalam logat papua…ka=yah…ko=kamu…sa=saya
Pork=Daging Bhabhi
Kami lantas terus bercanda singkat tentang daging B2 yang hadir di meja makan kami malam tadi….
Pembicaraan kami malam tadi lalu membuatku menerawang dari sebuah statement di kitab Injil yang menyatakan bahwa
”Bukan apa yang masuk ke dalam mulut manusia yang disebut haram tetapi apa yang keluar itulah yang dapat menjadikannya haram”
Bagiku statement ini sangatlah relevan dengan realita kehidupan manusia saat ini. Bagaimana tidak??? Kita terlalu sering meributkan tentang makanan-makanan jenis tertentu dari hewan tertentu yang dianggap haram gak boleh di konsumsi karena haram. Padahal seisi dunia dari semua hewan yang ada di dalam laut, diatas darat sampai yang ada di udara diciptakan Tuhan untuk dikuasai manusia = semuanya indah dan halal untuk dimakan. Dengan mengklaim hewan tertentu haram/najis untuk dikonsumsi/diberdayakan berarti kita tidak mengakui keindahan Tuhan/menghalalkan kemahakuasaan Tuhan yang menciptakannya itu sama saja mengharamkan kemuliaan Tuhan. Kita terlalu sibuk meributkan hal kecil tentang apa yang haram dimakan (Masuk ke dalam mulut kita) sementara itu lebih ironis setiap apa yang keluar dari mulut kita = perkataan kita yang menghujat,memaki,memfitnah,membohongi,menyesatkan orang tidak lebih disorot untuk dikatakan haram…
Coba hitung dan bandingkan betapa banyaknya orang yang teraniyaya,tersiksa,menderita,bahkan mati oleh karena perkataan dari orang-orang tertentu. Coba bandingkan jumlah orang yang mati akibat makanan tertentu yang disebut haram dengan jumlah orang yang mati akibat perkataan tertentu. (apa yang keluar dari mulut seseorang yang merupakan perkataan tertentu yang keluar menjadi sebuah idiologi,prinsip ataupun perintah yang sesat dan merusak.
Contoh apa yang keluar dari mulut seorang Adolof Hitler yang kemudian menewaskan sekitar 7 juta orang Yahudi, (Wah….2 kali lipat lebih banyak dari jumlah penduduk Papua yah….) apa yang keluar dari Mulut Pol Pot sang pemimpin rezim Khamer Merah dari Kamboja yang juga menewaskan hampir 2 juta rakyat Kamboja…apa yang keluar dari mulut Mao Tze Dong yang menyengsarakan jutaan rakyat Cina pada jaman revolusi…apa yang keluar dari Mulut dan pemikiran Karl Marxisme yang kemudian menjadi prinsip dasar Komunisme yang menjadi idiologi gila yang menyengsarakan jutaan orang-orang di banyak negara di dunia ini, apa yangkeluar dari mulut orang tertentu dalam sebuah persekutuan/organisasi/sekte/agama tertentu yang memperbolehkan untuk membunuh,mencuri,berzinah,memperkosa…apa yang keluar dari mulut para pemimpin-pemimpin besar politik/militer yang seharusnya lebih layak disebut haram karena hal itu menjadi kesengsaraan/penderitaan dan maut bagi jutaan orang di dunia ini dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang gilani…
(sorry nyelip neh…yang disebut haram yang seharusnya juga jadi perhatian adalah apa yang keluar dari mulut para pemimpin dan para pejabat publik di negeri kita ini yang menipu dan berbohong + bersandiwara atas aksi korupsi yang mereka lakukan…inilah haramisme di negeri kita Indonesia)
Intinya sederhana mbok yo…gak usah terlalu meributkan soal makanan…apa aja yang disebut makanan ya tetap enak & halal Apa saja yang ada di muka bumi ini yang bisa dimakan yah silakan dimakan…sesuatu yang bisa masuk lewat mulut kita untuk menguatkan,menyehatkan atau juga menyembuhkan tubuh kita…sesuatu yang bisa kita kunyah atau yang ditelan yang didapat bukan atas dasar menyakiti dan menyengsarakan orang lain apalagi sampai membunuh.
Penekanan dan pengkhususan dari penulis yang disebut makanan yang benar-benar haram itu kalo makanan itu udah kadaluarsa, beracun (bisa membuat sakit/bahkan mematikan), sudah jadi sampah, makanan curian, daging manusia (neh juga menurut penulis masuk kategori haram…kan kita mahluk beradab)… Tidak lupa terlepas dari pantangan seseorang atas dasar kesehatan/tradisi/agama masing-masing dengan kategori haram atas makanan tertentu….
Jadi kesimpulan yang paling akhir neh…yok makan yok…kita makan kan untuk hidup, juga hidup untuk makan (persepsi masing-masing yah…)
Ini persepsiku…